Saturday, 11 August 2007

LOST A DIAMOND....


Kata-kata ini telah banyak yang kita dengar dan lihat...



"NEVER TAKE SOMEONE FOR GRANTED HOLD EVERY PERSON CLOSE TO YOUR HEART BECAUSE YOU MIGHT WAKE UP ONE DAY AND REALIZE THAT YOU'RE LOST A DIAMOND WHILE YOU WERE TOO BUSY COLLECTING STONES........"

Pengertiannya cukup jelas dan terang tentang kealpaan kita tentang seseorang yang kita tidak sedar kewujudan mereka...Mungkin mereka telah menolong kita,menasihati kita,memandu kita ke arah kebaikan,atau apa2 sahaja yang mulia pada pandangan mata manusia...tapi akibat kelekaan dan kealpaan kita ,kita tidak menghirau atau mempedulikan mereka...Malah tidak pernah mengucapkan terima kasih...Suatu masa apabila dia telah pergi baru kita sedar dan rasa kehilangan..kehilangan yang mungkin kita tidak akan temui lagi...kehilangan untuk selama-lamanya...
Dalam kehidupan yang sementara ini kita akan mengenal pelbagai jenis manusia,ada yang baik dan ada yang sebaliknya...Cukup indah penghuni dunia ini..ada pelbagai ragam dan sifat..Manusia kadang2 tidak dapat membaca atau mengagak sifat manusia sendiri...Hanya Allah yang tahu segala-galanya...Di dalam perjalanan hidup itulah kita akan berjumpa dengan seseorang yang kita rasa tidak pernah kita jumpa...Kita rasa bertuah memiliki mereka sebagai kawan,sahabat atau apa sahaja istilah yang sesuai bagi perhubungan yang mulia itu...Kita rasa senang dan selesa berkawan dengan mereka itu..tetapi perjalanan hidup melekakan dan mengalpakan kita...Kita tertinggal mereka ini dibelakang akibat kesibukan diri...Kita terlalu asyik dengan manusia-manusia lain yang ada disekeliling kita...Ada yang datang sekejap dan hilang..ada yang datang dengan kepentingan diri mereka sendiri...macam2 ada...Akhirnya apabila kita tersedar kita telah jauh meninggalkan sahabat kita yang mulia itu...Kita mencari dan mencari tapi tidak kita temui..kerana dia telah pergi dan takkan kembali lagi....Jadi hargailah sesiapa yang anda rasa perlu dihargai sentiasa dalam hidup anda...lihat dengan mata hati siapakah kawan atau sahabat yang anda tidak perlu anda tinggalkan itu...Hargai lah mereka sebelum mereka pergi....

Thursday, 19 July 2007

MEMUTUSKAN PERHUBUNGAN PERSAUDARAAN..




Antara langkah syaitan dalam menggoda dan menjerumuskan manusia adalah dengan memutuskan tali hubungan ukhuwwah antara sesama umat islam.Ramai umat islam terpedaya dengan langkah-langkah yang salah itu.Kadang-kadang tentang harta atau apa sahaja situasi buruk.Ada yang putus hubungan sampai setahun atau lebih.Malah ada yang bersumpah untuk tidak menegur selama-lamanya.Jika sengaja bertemu dijalan pun ,memaling muka.Jika berjumpa disuatu majlis pun hanya bersalam dengan orang yang sebelum dan selepasnya.Inilah sebenarnya suatu kelemahan dalam masyarakat umat islam.Oleh sebab itu hukum syariat tentang perkara ini amat tegas dan keras..

Abu Hurairah Rahiallahu Anhu berkata ,Rasulullah S.A.W. bersabda :

"TIDAK HALAL SEORANG MUSLIM MEMUTUSKAN HUBUNGAN DENGAN SAUDARA MUSLIMNYA LEBIH DARI TIGA HARI.BARANGSIAPA MEMUTUSKAN LEBIH DARI TIGA HARI,DAN MENINGGAL MAKA IA MASUK NERAKA"

Abi Khirasy Aslami Radhiallahu Anhu berkata, Rasulullah S.A.W bersabda:
"BARANGSIAPA MEMUTUSKAN HUBUNGAN DENGAN SAUDARANYA SELAMA SETAHUN MAKA IA SEPERTI MENGALIRKAN DARAHNYA"

Untuk membuktikan betapa buruknya memutuskan hubungan antara sesama muslim cukuplah dengan mengetahui bahawa Allah menolak memberikan keampunan kepada mereka.

Dalam hadith riwayat Abu Hurairah,Rasulullah S.A.W. bersabda:

"SEMUA AMAL MANUSIA DIPERLIHATKAN (KEPADA ALLAH) PADA SETIAP JUMAAT(SETIAP PEKAN) DUA KALI,HARI ISNIN DAN KHAMIS .MAKA SETIAP HAMBA YANG BERIMAN DIAMPUNI (DOSANYA) KECUALI HAMBA YANG ANTARA DIRINYA DENGAN SAUDARANYA ADA PERMUSUHAN."DI FIRMANKAN KEPADA MALAIKAT :"TINGGALKANLAH ATAU TANGGUHKANLAH (PENGAMPUNAN UNTUK) DUA ORANG INI SEHINGGA KEDUANYA KEMBALI BERDAMAI."

Jika salah seorang bertaubat kepada Allah .ia seharusnya bersilaturrahim dengan kawannya dan memberikannya salam.Jika ia telah melakukannya manakala yang lain menolak maka ia telah lepas dari tanggungan dosa,adapun kawannya yang menolak damai itu,maka dosa itu tetap ada padanya.

Abu Ayyub Radhiallahu Anhu meriwayatkan.Rasulullah S.A.W. bersabda:" TIDAK HALAL BAGI SEORANG LAKI-LAKI MEMUTUSKAN HUBUNGAN SAUDARANYA LEBIH DARI 3 MALAM.SALING BERPAPASAN TAPI YANG INI MEMALING MUKA DAN YANG ITU (JUGA) MEMALING MUKA.YANG TERBAIK DI ANTARA KEDUANYA IAITU YANG MEMULAI SALAM".

Tetapi jika ada alasan yang dibenarkan seperti meninggalkan solat atau terus-menerus melakukan maksiat sedangkan pemutusan itu berguna untuk bersangkutan dengan membuatkannya kembali kepada kebenaran atau membuatkannya bersalah maka hukumnya adalah wajib.Tetapi bila tidak mengubah keadaan dan ia malah berpaling, membangkang, menjauh,menentang dan menambah dosa maka ia tidak boleh memutuskan hubungan dengannya.Sebab perbuatan itu tidak membuahkan masalah malah mendatangkan mudharat.Dalam situasi ini cara yang paling baik adalah terus-menerus berbuat baik padanya menasihati dan mengingatkannya.

Saturday, 14 July 2007

KAWAN DATANG DAN PERGI


Kawan...ramai juga panggil sahabat,rakan...apa jua istilah yang diberi ianya sudah cukup menerangkan tentang persahabatan...Semua orang ada kawan..Kawan baik,kawan biasa,kawan intenet dan macam2 kawan lagi..Tapi sedarkah kita tentang kawan sejati...Kawan yang sentiasa ada disisi kita semasa susah dan senang kita..Amat payah untuk kita mencari sahabat sejati dalam dunia yang penuh kepura-puraan sekarang..kebanyakan mereka menjadi kawan dengan bersebab atau mempunyai kepentingan...Dunia dunia kenapa manusia ini semakin hipokrit dalam mencari kawan?..Disebabkan kepentingan diri maka kita berkawan..tiada lagi keihlasan dalam berkawan..Semata-mata ada kepentingan sahaja ..sebab itulah kawan datang dan pergi...Mereka datang bila inginkan sesuatu dan pergi bila hajat mereka telah dipenuhi atau di capai..Mereka datang kembali bila mempunyai hajat...dan pergi kembali..Tidak pernah atau susah kita mencari sahabat sejati yang selalu ada dalam hidup kita dimasa senang dan lebih-lebih lagi dimasa susah kita.. Kita sebenarnya tidak faham erti persahabatan yang sebenarnya...Kita tidak dapat menilai erti persahabatan...Persahabatan yang sejati adalah persahabatan yang tiada penghujungnya...Persahabatan itu akan sentiasa mekar dan segar dalam perhubungan antara dua insan...Persahabatan yang tiada akhirnya sehinggalah kita mengadap illahi kembali...Sepanjang hayat... Tetapi kenapa kini manusia semakin berkepentingan ?..Mereka tidak mahu menghargai erti persahabatan yang sebenar..Mereka bersahabat apabila ada kepentingan sahaja...bila tiada mereka pergi... Amat payah untuk mencari sahabat yang sejati...Kerana sahabat akan datang dan pergi....

Thursday, 28 June 2007

SANDARAN HATI





Didalam kehidupan kita kadang2 kita bersandarkan sesuatu yang lain untuk melupakan yang dulu.Adilkah kita hanya bersandar sahaja kepada nya?..Sedangkan dia mengharapkan kita?..Kalau dia tahu kita hanya bersandar sahaja mungkin dia akan kecewa.Mungkin amat kecewa.Kita hanya mahu melupakan yang dahulu dengan bersandarkan yang baru..Mana mungkin secepat itu kita dapat melupakan yang dahulu..Sesiapa pun akan mengambil masa untuk melupakan kenangan-kenangan indah bersama...atau mungkin tidak akan melupakan kenangan itu.. Mungkin semakin kita lari semakin ia mendekati..semakin kita menjauh semakin ia menghampiri...Sentiasa ia mengekori kita seolah-olah bayang2 sendiri...Mungkin dengan sandaran kita akan berasa lebih tenang dan linang..Insyallah..Dan mungkin juga sandaran akan menjadi tugu yang setia tempat kita bersandar selama-lamanya...siapa tahu kan?


SANDARAN HATI BY LETTO...

yakinkah ku berdiri
di hempa tanpa tepi
bolehkah aku
mendengarmu

terkubur dalam emosi
tanpa bisa bersembunyi
aku dan nafasku
merindukanmu

terpuruk ku di sini
terangi dia yang sepi
dan ku tahu pasti
kau menemani

dalam hidupku
kesendirianku

teringat ku teringat
pada janjimu ku terikat
hanya sekejap ku berdiri
kulakukan sepenuh hati
peduli ku peduli
siang dan malam yang berganti
pedihku ini tak ada arti
jika kaulah sandatan hati
kaulah sandaran hati
sandaran hati

inikah yang kau mau
benarkah ini jalanmu
hanyalah engkau yang ku tuju
pegang erat tanganku
bimbing langkah kakiku
aku hilang arah
tanpa hadirmu
dalam gelapnya
malam hariku

Monday, 18 June 2007

KAU AURA KU

A

Malam kehadiran cinta sambut jiwa baru
Telah lama kutunggu hadirmu disini
Namun hanya ruang semu yang nampak padaku
meski sulit harus ku dapatkan

Kerinduan yang mendalam terbitkan hasratku
Sambutlah tangan ini terima janjiku
Rasakan cinta yang tulus lewat aliran darahmu
Menyatu seiring dalam kasih

Kau auraku ..
Pancarkan sepercik harapan
Datanglah merasuk menjelma
Meleburkan cinta
Kubawa kau terbang menembus awan yang beriring
Kembangkan senyuman
Bagai bunga .. bawa keindahan

Tak dapat kusangkal adanya dirimu yang selalu menaungi
Pikiran batinku ingin miliki hatimu
Takkan pernah terlepaskan
Kupersembahkan semua padamu

Hyphothesis

A hypothesis (from Greek ὑπόθεσις) consists either of a suggested explanation for a phenomenon or of a reasoned proposal suggesting a possible correlation between multiple phenomena. The term derives from the Greek, hypotithenai meaning "to put under" or "to suppose." The scientific method requires that one can test a scientific hypothesis. Scientists generally base such hypotheses on previous observations or on extensions of scientific theories.



In early usage, scholars often referred to a clever idea or to a convenient mathematical approach that simplified cumbersome calculations as a hypothesis; when used this way, the word did not necessarily have any specific meaning. Cardinal Bellarmine gave a famous example of the older sense of the word in the warning issued to Galileo in the early 17th century: that he must not treat the motion of the Earth as a reality, but merely as a hypothesis.

In common usage in the 21st century, a hypothesis refers to a provisional idea whose merit needs evaluation. For proper evaluation, the framer of a hypothesis needs to define specifics in operational terms. A hypothesis requires more work by the researcher in order to either confirm or disprove it. In due course, a confirmed hypothesis may become part of a theory or occasionally may grow to become a theory itself. Normally, scientific hypotheses have the form of a mathematical model. Sometimes, but not always, one can also formulate them as existential statements, stating that some particular instance of the phenomenon under examination has some characteristic and causal explanations, which have the general form of universal statements, stating that every instance of the phenomenon has a particular characteristic.

Any useful hypothesis will enable predictions, by reasoning (including deductive reasoning). It might predict the outcome of an experiment in a laboratory setting or the observation of a phenomenon in nature. The prediction may also invoke statistics and only talk about probabilities. Karl Popper, following others, has argued that a hypothesis must be falsifiable, and that a proposition or theory cannot be called scientific if it does not admit the possibility of being shown false. To meet this additional criterion, it must at least in principle be possible to make an observation that would disprove the proposition as false, even if one has not actually (yet) made that observation. A falsifiable hypothesis can greatly simplify the process of testing to determine whether the hypothesis has instances in which it is false.

It is essential in framing a hypothesis that the investigator does not currently know the outcome of a potentially falsifying test or that it remains reasonably under continuing investigation. Only in such cases does the experiment, test or study potentially increase the probability of showing the truth of a hypothesis. If the researcher already knows the outcome, it counts as a "consequence" — and the researcher should have already considered this while formulating the hypothesis. If one cannot assess the predictions by observation or by experience, the hypothesis classes as not yet useful, and must wait for others who might come afterward to make possible the needed observations. For example, a new technology or theory might make the necessary experiments feasible.